KETERAMPILAN MENGAJAR


KETERAMPILAN MENGAJAR
1. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
a.       Pengertian
Kegiatan membuka pelajaran didefenisikan sebagai alat atau proses yang memasukkan peserta didik kedalam keadaan penuh perhataian dan belajar ( Brown 1991:98 dalam buku Mukminan 2013:211). Dengan demikian secara teknis, kegiatan membuka pelajaran diartikan sebagai aktivitas pengajar untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian peserta didik agar terpusat kepada apa yang akan dipelajari. Sedangkan kegiatan menutup pembelajaran dapat didefenisikan sebagai pengarahan perhatian peserta didik kepada penyelesaian tugas tertentuatau urutan kegiatan pembelajaran.
            Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa kegiatan membuka pelajaran dan menutup pembelajaran merupakan suatu bentuk aktivitas yang dilakukan pengajar sesuai dengan urutan dari proses pembelajaran itu sendiri.
b.      Tujuan
a)      Membuka pembelajaran bertujuan untuk:
1.      Memusatkan perhatian dan membangkitkan motivasi peserta didik terhadap tugas-tugas yang harus dilakukan.
2.      Menginformasikan cakupan materi yang akan dipelajari dan batas-batas tugas yang akan dikerjakan peserta didik.
3.      Memberikan gambaran mengenai metode atau pendekata-pendekatan yang akan digunakan maupun kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.
4.      Melakukan apersepsi, yakni mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari.
b)      Menutup pembelajaran
1.      Untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian kompetensi.
2.      Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengajar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
3.      Membuat rantai kompetensi antara kompetensi yang sekarangsedang dipelajari dan kompetensi serta materi pada kegiatan yang akan datang.
4.      Menjelaskan hubungan antara pengalaman belajar yang telah dialami dengan pengalaman baru yang akan dialami/dipelajari pada kegiatan yang akan datang.
c.       Komponen
1.      Membuka pembelajaran
                                                                              1)            Menarik perhatian peserta didk. Beberapa cara yang digunakan pengajar untuk menarik perhatian peserta didik antara lain dengan variasi gaya mengajar, penggunaan alat bantu mengajar dan pola interaksi yang bervariasi.
                                                                              2)            Membangkitkan motivasi peserta didik. Cara yang dapat dilakukan antara lain dengan menunjukkan kehangatan dan antusiasme. Rasa ingin tahu (curiosity) mengemukakan ide-ide yang menantang (challenge), dan memperhatikan minat (interest) peserta didik.
                                                                              3)            Memberi acuan, dilakukan dengan memberikan gambaran kepada peserta didik mengenai yang akan dipelajari dengan cara mengemukakan secara spesifik dan singkat. Antara lain dengan mengemukakkan kompetensi dasar, indicator hasil belajar.
                                                                              4)            Melakukan apersepsi artinya mengaitkan antar kompetensi terdahulu dengan yang akan dipelajari. Apersepsi dapat dilakukan antara lain dengan cara menjelaskan kaitan antara pengetahuan yang dimiliki peserta didik, kemudian membandingkan antara pengetahuan yang telah diketahui peserta didik tersebut dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari
2.      Menutup pembelajaran
Komponen keterampilan menutup pembelajaran hendaknya dilakukan dengan cara:
                                                                              1)            Peninjauan kembali materi yang telah dipelajari peserta didik, dengan memberikan rangkuman atau inti pembelajaran.
                                                                              2)            Melakukan penilaian, dengan berbagai jenis serta teknik. Misalnya mendemonstrasikan keterampilan, meminta peserta didik mengaplikasikan ide baru dalam situasi yang lain, mengekspresikan pendapat peserta didik sendiri dan memberikan soal-soal tertulis serta mengekspresikan ide baru dalam situasi yang lain.
                                                                              3)            Memberi dorongan psikologis atau sosial. Interaksi pengajar dengan peserta didik saling menghargai dan memberi dorongan psikologi dan sosial dengan memuji hasil yang dicapai, member harapan positif, meningkatkan percaya diri peserta didik atas potensinya.
                                                                              4)            Memberikan tugas-tugas yang relevan yang bertujuan untuk meningkatkan penguasaan/pemahaman konsep yang dikaji.
d.      Prinsip penggunaan
Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran hendaknya digunakan dengan memperhatikan prinsip berikut:
a)      Bermakna, artinya pengajar harus memilih cara atau kegiatan membuka dan menutup pembelajaran yang relevan dengan kompetensi dan materi pembelajaran.
b)      Berurutan dan berkesinambungan artinya pengajar dalm mengenalkan dan merangkum kembali pokok-pokok penting pembelajaran hendaknya merupakan bagian yang utuh.
c)      Luwes (fleksibel) dimaksudkan agar susunnan gagasan, ide, atau konsepdapat memudahkan peserta didik memahami keutuhan konsep dan mudah menghubungkan dengankonsep atau materi yang akan dipelajari pada kegiatan sebelum maupun kegiatan berikutnya.
d)     Antusias dan penuh kehangatan, dimaksudkan dalam mengkomunikasikan gagasan hendaknya dilakukan dengan mendorong peserta didik untuk menilai bahwa konsep yang dipelajari mempunyai arti penting, disertai sikap yang hangat, sehinnga diharapkan dapat melahirkan respon yang terbuka.
2. Keterampilan mengelola kelas
                              1)            Pengertian
Mengelola kelas dapat diartikan sebagai upaya menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal terkait dengan proses pembelajaran. Sedangkan keterampilan mengelola kelas berarti kemampuan pengajar menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal.kondisi belajar yang optimaldapat tercapai jika pengajar mampu mengatur peserta didik dan sarana-prasarana pembelajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
                              2)            Tujuan
a.       Mendorong peserta didik mengembangkan tanggung jawab individu terhadap perilakunya.
b.      Membantu peserta didik mengerti arah perilaku yang sesuai.
c.       Menimbulkan rasa tanggung jawab pada setiap peserta didik dalam tugas dan berperilaku positif.
                              3)            Komponen
Keterampilan mengelola kelas yang perlu dikuasai pengajar adalah:
a.       Memberikan petunjuk yang jelas pada setiap kegiatan pembelajaran
b.      Mengarahkan perilaku pada pencapaian kompetensi secara optimal
c.       Mengelola kelompok, baik dalam kelompok kecil,sedang maupun besar
d.      Menuntut tanggung jawabpeserta didik secara individual maupu kelompok
e.       Membagi perhatian secara merata keseluruh kelas
f.       Menunjukkan sikap tanggap terhadap permasalahan peserta didik
g.      Menegur peserta didik yang berperilaku negatif
h.      Memberikan penguatan (reinforcement) bagi yang berhasil melakukan kegiatan positif
i.        Menemukan dan memecahkan perilaku yang menimbulkan masalah
                              4)            Prinsip penggunaan
a.       Menekankan pada perilaku yang positif, penanaman disiplin, dan tanggung jawab
b.      Hindari pemberian informasi yang berlebihan, ketidaktepatan memulaidan mengakhiri kegiatan, berkepanjangan (bertele-tele) dalam pemecahan permasalahan, dan seringnya memberikan penjelasan yang tidak relevan dengan materi pembahasan.
3. Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
            Pelajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjadi hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik. keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dapat dilakukan dengan :
a)      Mengembangkan keterampilan dalam pengorganisasian, dengan memberikan motivasi dan membuat variasi dalam pemberian tugas
b)      Membimbing dan memudahkan belajar, yang mencakup penguatan, proses awal, dan interaksi pembelajaran
c)      Perencanaan penggunaan ruangan
d)     Pemberian tugas yang jelas, menantang dan menarik.
4. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
            Diskusi kelompok kecil merupakan salah satu bentuk kegiatan pembelajaran yang sering digunakan. Diskusi kelompok kecil memiliki karakteristik, yaitu :
a)      Melibatkan sekitar tiga sampai lima orang peserta dalam setiap kelompok.
b)      Berlangsung secara informal. Sehingga setiap anggota dapat berkomunikasi langsung dengan anggota lain.
c)      Memiliki tujuan yang dicapai dengan kerjasama antar anggota kelompok.
d)     Berlangsung secara sistematis.
            Beberapa hal yang perlu disiapkan guru, agar diskusi kelompok kecil dapat digunakan secara efektifdalam pembelajaranadalah :
a)      Topik yang sesuai.
b)      Pembentukan kelompok secara tepat.
c)      Pengaturan tempat duduk yang memungkinkan semua peserta didik dapat berpartisipasi secara aktif.



DAFTAR PUSTAKA
Izzan, Ahmad., dkk. Membangun Guru Berkarakter. Bandung : Perpustakaan Nasional Katalog Dalam Terbitan ( KDT).
Mukminan. 2013. Keterampilan Dasar Mengajar: Modul Pekerti. Universitas Negeri Yogyakarta



Komentar